Skip to content →

Perubahan Kebijakan Permission pada Android Marshmallow

Yap, akhirnya menulis lagi setelah sekian lama asyik berkelana mencari kitab suci. Terinspirasi dari blog seorang kawan, jadi kepingin menulis lagi. Kali ini saya akan berbagi mengenai perubahan handling permission pada Android. Sebenarnya ini adalah issue lama, tapi ya gpp lah ya saya bahas disini.

Apa itu Permission?

Permission pada Android adalah, sebuah mekanisme perizinan agar aplikasi yang terinstall dapat melakukan “sesuatu” terhadap device sang pengguna. Antara lain izin menggunakan kamera, izin mengolah lokasi device anda, izin menggunakan kontak-kontak Anda, dan lain-lain. Hal tersebut bisa dibilang adalah hal yang cukup private bagi beberapa pengguna. Mungkin ia tidak ingin agar lokasinya diketahui atau ada ketakutan mungkin NASA akan meluncurkan rudal kerumah. Nah itulah mengapa Permission ini sangat penting diketahui bagi developer Android.

Ada apa dengan Permission pada Marshmallow?

Sebagai pengguna atau mungkin Anda adalah developer Android, tentu tidak lepas dari instalasi aplikasi pada device Android. Apabila Anda menginstall aplikasi dari Playstore, sebelum menginstall Anda akan ditanyai mengenai permission (Walau kadang nggak peduli itu apa dan langsung klik Accept). Lihat gambar berikut.

permission-model-lama

Nah list tersebut adalah permission2 yang dibutuhkan untuk menggunakan aplikasi tersebut, pada Android versi dibawah Marshmallow. Kemudian, Tadaaaa… Kebijakan baru oleh Google mengenai Permission pada Android Marshmallow..!!! Yaitu… Baca ini.

Maksudnya??

Perbedaan dari Android Marshmallow dan dibawahnya adalah. Granted Permission pada Android Marshmallow akan dilakukan ketika aplikasi berjalan. Bukan sebelum menginstall aplikasi. Atau dalam artikel tersebut ketika Runtime. Jadi, ketika menginstall aplikasi, ya sudah lanjut instalasi. Baru ketika aplikasi dijalankan, dan masuk ke fitur yang membutuhkan sebuah permission, user akan ditanya bahwa aplikasi ini membutuhkan izin untuk melakukan sesuatu. Allow or Deny. Berikut penampakannya.

Kebijakan ini saya rasa cukup menguntungkan dari sisi developer. Lumayan untuk menaikkan download rate di google playstore. Huheue… Ya karena dengan kebijakan ini walaupun user tidak setuju dengan satu atau lebih permission yang digunakan pada aplikasi, user tetap bisa mendownload aplikasi, menggunakan aplikasi, bahkan men-setting sendiri kapan menyalakan permission kapan mematikan permission. Berbeda dengan versi sebelumnya yang, “Kalo lo nggak mau grant permission-permission ini, yaudah gausah lo download, ga usah lo pasang aplikasi ini”, akhirnya nggak ada yang download. Trus download rate-nya sedikit, trus jadi ga guna kita buat aplikasi.

Kesimpulan

Ini merupakan kebijakan yang baru dan sudah seharusnya para developer Android mengerti hal ini, karena tidak mungkin kita membuat aplikasi yang minimum requirement versionnya ICS terus menerus hinggal tahun 2020 dan seterusnya. Tetap terbuka pada informasi terutama pada teknologi-teknologi terbaru dan berkembang.

Semoga artikel ini bermanfaat, artikel selanjutnya saya akan membahas secara teknikal bagaimana cara meng-handle permission pada Android Marshmallow.

Published in Android

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *